Breaking News

petisi online

Bikin Petisi Online, Begini Informasi Cara Mudahnya

Teknologi telah mengubah cara hidup manusia, termasuk dalam hal mengungkapkan pendapat. Dulu, masyarakat menyampaikan protes terhadap isu penting dengan melakukan demonstrasi, tidak jarang berakhir dengan kekerasan dan bentrok dengan pihak polisi. Namun, kini kita bisa ikut mengubah tatanan dari balik meja, yakni menggunakan petisi online.

Petisi online didefinisikan sebagai pernyataan yang disampaikan kepada subyek masalah (pemerintah, public figure, atau subyek lain) agar mau mengambil tindakan terhadap suatu hal. Hal yang membedakannya dengan demonstrasi biasa adalah pernyataan ini disampaikan secara online.

Mungkin Anda sudah mengenal beberapa kanal gratis yang kerap dimanfaatkan untuk membuat petisi online. Salah satu yang paling sering digunakan adalah https://www.change.org/.

Mengenal Change.org Lebih Jauh

Change.org memiliki misi untuk memberi kekuatan kepada semua orang untuk membuat perubahan. Meskipun memiliki domain “org” dan branding sebagai kesatria sosial, kanal ini sebenarnya merupakan perusahaan swasta berlaba jutaan dolar. Jadi, Change.org bukanlah lembaga non-profit seperti yang diasumsikan orang-orang.

Perusahaan ini didirikan pada 2007 oleh duo alumnus Stanford, Ben Rattray dan Mark Dimas. Tujuan awal website Change.org adalah untuk menghubungkan sebuah isu sosial dengan pengguna melalui internet. Netizen bisa menyumbang dana kepada lembaga sosial yang menggarap isu sosial tersebut, contohnya isu global warming. Nantinya, Change.org mengambil jatah satu persen dari semua dana yang terkumpul.

Pada 2008, Change.org menjelma menjadi situs yang menyajikan diskusi isu sosial. Media cetak Canada’s Globe dan Mail mendeskripsikan Change.org sebagai situs yang menaruh banyak perhatian pada isu perubahan iklim, imigrasi, orang miskin, dan hak LGBT. 

Change.org mengembangkan usaha dan mengakuisisi situs petisi lain PetitionOnline.com pada 2010. Di awal 2011, Change.org dilaporkan telah menjadi perusahaan profitable. Hal ini memungkinkan untuk terjadi karena Change.org menerima petisi yang dimotori sponsor, dengan catatan petisi tersebut memberi banyak manfaat untuk banyak orang.

Cara Membuat Akun di Charge.org

Sebelum bisa membuat petisi, pertama-tama Anda perlu mendaftarkan akun terlebih dahulu di situs Change.org. Dengan memiliki akun, Anda sudah bisa membuat dan menandatangani petisi.

Setelah membuka situs, silakan klik tombol Masuk di kanan atas, lalu pilih Daftar. Situs Change.org akan memberi Anda pilihan untuk melakukan pendaftaran menggunakan akun Google, Facebook, atau email. Silakan pilih mana opsi yang terbaik.

Jika mendaftar memakai alamat email, Anda akan diminta untuk mengisi data diri berupa Nama depan, Nama belakang, Email, dan Password. Perlu diketahui bahwa data diri ini nanti masih bisa diubah dengan mengakses menu Pengaturan.

Untuk mencari tahu petisi online yang sedang mengudara, silakan masuk ke dashboard lalu pilih menu Telusuri. Anda akan menemukan daftar petisi online yang available untuk ditandatangani. Anda bisa melihat daftar petisi Terbaru atau Populer. Setelah klik tombol Tandatangani petisi ini, Anda akan diberi pilihan antara memberi kontribusi dengan nominal tertentu atau bantu sebar saja.

Baca Juga : Cara Menggunakan Google Trends, Strategi Konten Tingkatkan Performa

Cara Membuat Petisi Online

Setelah tahu cara mendaftarkan akun dan menandatangani petisi, kini saatnya Anda memahami cara membuat petisi online. Anda bisa membuat petisi dengan cara menekan tombol Mulai Petisi pada halaman dashboard.

Selanjutnya, situs Change.org akan meminta Anda untuk menjelaskan petisi yang ingin dibuat dengan lebih detail. Poin pertama yang diminta adalah judul petisi. Buatlah judul petisi yang singkat, padat, informatif, dan fokus pada masalah. Anda bisa melihat-lihat contoh petisi lain untuk memahami pola judul yang enak dibaca.

Setelah itu Anda tentukan target untuk menandatangani isu petisi tersebut, bisa berupa individu atau organisasi/kelompok yang dirasa layak membuat keputusan. Perlu diketahui bahwa petisi Anda akan lebih keras bergaung apabila mendapat dukungan dari organisasi di bidang tersebut. Change.org membutuhkan data ini untuk mengirim update petisi kepada orang atau organisasi yang Anda pilih.

Poin selanjutnya menjadi tahap paling penting karena Anda menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan. Berikanlah penjelasan yang informatif dan tidak bertele-tele agar pembaca bisa ikut tergerak untuk berpartisipasi dalam petisi online. Pastikan bahwa isu yang diangkat memang penting dan bermanfaat bagi orang banyak. Setelah sudah, klik tombol Simpan dan lanjut.

Anda akan diberi kesempatan untuk menambahkan foto atau video. Apabila dirasa perlu, silakan meng-upload foto atau video agar penjelasan petisi lebih mudah dipahami khalayak luas. Selanjutnya, cek kembali isi petisi online di halaman preview, apabila semua sudah benar silakan klik tombol Terbitkan.

Contoh Petisi Online yang Sukses

Petisi online terbukti mampu mendorong pihak penguasa untuk merespon isu-isu penting. Meski awalnya fokus pada isu lingkungan dan sosial, tetapi tidak jarang situs Change.org disesaki petisi online berbau politik. 

Berikut ini beberapa petisi online yang berakhir dengan kemenangan sepanjang 2020:

Bebaskan Biaya Kuliah dan Tugas Akhir

Si kreator, Fachrul Adam, mengirim petisi ke Menteri dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk membebaskan biaya kuliah dan tugas akhir karena mahasiswa tidak lagi berkuliah tatap muka. Sistem pembelajaran online dengan aplikasi gratis seharusnya berdampak pada ketiadaan biaya kuliah itu sendiri.

Terlebih lagi, pandemi Covid-19 membuat banyak orang tua mahasiswa mengalami kendala finansial. Petisi online ini tercatat mendapatkan lebih dari 66 ribu tanda tangan.

Copot Terawan sebagai Menteri Kesehatan

Sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai Koalisi untuk Indonesia Bebas COVID19 mengirim petisi ini kepada Presiden Joko Widodo. Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan ketika itu, dinilai telah gagal menangani dan terkesan menggampangkan pandemi sejak awal.

Indonesia sempat berada di peringkat ke-13 di dunia untuk urusan temuan kasus Covid-19 aktif. Alhasil, lebih dari 56 ribu orang menandatangani petisi ini. Seperti yang kita ketahui bersama, Terawan akhirnya dicopot dari kursi menteri pada medio Desember 2020.

Jangan Penjarakan Kakek Syafrudin

Syafrudin adalah petani berusia 69 tahun di Rumbai, Pekanbaru, yang dituntut 4 tahun penjara dan denda 3 milyar setelah membakar lahan berukuran 20 m x 20 m untuk berladang. Padahal, ukuran lahan tersebut tidak besar dan Syafrudin sudah memasang sekat agar api tidak menjalar.

Noval Setiawan mengirim petisi ini ke Pengadilan Negeri Pekanbaru karena menilai pasal yang didakawakan sangat lemah dan tidak mengandung nilai pembuktian. Terlebih lagi, pada 2015 Polda Riau menerbitkan SP3 (penghentian kasus) kepada 15 korporasi yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan. Padahal skala kebakarannya jauh lebih besar.

Standar ganda ini membuat geram lebih dari 10 ribu orang yang membubuhkan tanda tangan pada petisi.

Tolak Ide MenkumHAM untuk Bebaskan Koruptor

Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM, menyuarakan wacana untuk membebaskan napi koruptor karena kepadatan penjara di tengah pandemi Covid-19 dinilai berpotensi membahayakan nyawa napi-napi korupsi. Tidak main-main, MenkumHAM berencana merevisi Peraturan Pemerintah No 99 Tahun 2012 untuk memuluskan langkahnya.

Adapun napi yang akan dibebaskan adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun dan telah menjalani 2/3 masa hukuman. Petisi online terhadap ide kontroversial ini cepat saja mengundang lebih dari 18 ribu orang untuk memberikan tanda tangan.

Petisi online yang begitu powerful menjadi bukti yang kesekian bahwa masa depan ada di dunia digital. Dengan komposisi tim yang expert dalam bidang digital, perusahaan Digital Creative Maxsol.id siap menjadi rekan Anda untuk turut menjadi powerful. Maxsol sudah menggarap lebih dari 1000 project di bidang hosting service, website development, dan mobile application.

Leave a Reply

Your email address will not be published.