Breaking News

Waspadai Modus Penipuan Kerja Freelance Melalui WhatsApp

Berdasarkan laporan Kompas.com pada Senin (26/6/2023), penipuan online berkedok tawaran pekerjaan paruh waktu dan freelance melalui WhatsApp semakin marak. Seorang korban berinisial COD terjebak dalam penipuan yang memintanya untuk like dan subscribe video YouTube dengan imbalan yang tampaknya menarik.

Awalnya, korban diminta bergabung dalam grup Telegram untuk mengerjakan tugas tertentu dan mentransfer sejumlah uang. Meski pada misi awal korban mendapatkan keuntungan, namun pelaku mulai menuntut deposit yang semakin besar hingga mencapai Rp 44 juta di tahap keempat.

Alfons Tanujaya, seorang ahli keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, menunjukkan bahwa modus penipuan ini mirip dengan skema ponzi dalam perdagangan robot. Korban akan merasa mendapatkan keuntungan di awal, tetapi setelah terbuai oleh keuntungan tersebut, mereka ditawarkan keuntungan yang lebih besar dengan imbalan investasi yang lebih besar.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri pesan penipuan berkedok tawaran kerja freelance yang harus diwaspadai:

  1. Pelaku mengaku berasal dari perusahaan besar atau portal pencarian kerja terkenal. Contoh pesan:
    “Assalamualaikum, Perkenalkan nama saya Marsya, tujuan saya menghubungi anda untuk menawarkan pekerjaan Freelance secara ONLINE. saya dapat nomor kk dari database Jobstreet kak , mungkin kk pernah mengajukan lamaran disana.Boleh saya jelaskan dulu pekerjaannya kak?”
  2. Pelaku menawarkan pekerjaan yang mudah dengan bayaran yang menggiurkan. Contoh penawaran:
  3. Kami dari Perusahaan pemasaran online yang bergerak di bidang advertising
  4. kerja hanya 1-2 jam saja perhari ,bisa dikerjakan kapan saja,dan dimana saja
  5. JobDesk hanya memfollow instagram dari merchant client kami
  6. Bekerja dirumah/WFH
  7. Tidak terikat kontrak
    Dimana perharinya anda akan mendapatkan tugas, yang mana anda bisa mendapatkan bayaran mulai dari 20.000-500.000
  8. Pelaku meminta korban bergabung dengan aplikasi lain seperti Telegram dan memberikan beberapa data pribadi.
  9. Pelaku meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang. Pada tahap awal, jumlah yang diminta biasanya kecil. Namun, saat korban mulai merasa nyaman, mereka akan diminta untuk mentransfer jumlah yang lebih besar.
  10. Uang yang telah ditransfer oleh korban tidak akan dikembalikan. Meskipun korban mungkin menerima imbalan pada tahap awal, ini hanya trik untuk membuat mereka terlena. Korban kemudian diminta untuk mentransfer jumlah yang lebih besar, tetapi mereka tidak akan menerima imbalan yang dijanjikan.

Penting untuk selalu berhati-hati dengan pesan dari nomor yang tidak dikenal dan laporan langsung ke WhatsApp jika Anda merasa terganggu. Selalu pastikan untuk melakukan pengecekan sebelum mempercayai tawaran pekerjaan dari sumber yang tidak dikenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *