Breaking News

Dampak Kebocoran Data Pribadi

Dampak Kebocoran Data Pribadi yang Tak Bisa Diremehkan

Di era digitalisasi seperti sekarang ini kasus pencurian data pribadi memang sering kali terjadi. Maraknya kasus pencurian data data pribadi tersebut tentu saja sangat meresahkan sebagian masyarakat terutama ketika data pribadi tersebut disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang diketahui, masyarakat baru saja dihebohkan dengan kabar dugaan kasus kebocoran data penduduk di laman BPJS Kesehatan. Lalu, apa sebenarnya dampak kebocoran data pribadi tersebut? Untuk lebih lengkapnya simak ulasan di bawah ini.

Kabar kebocoran data tersebut pertama kali mencuat di media sosial sejak hari Kamis 20 April 2021 dan langsung ditindaklanjuti oleh yang pihak yang berwenang. Sekitar kurang lebih 279 juta data penduduk di bobol langsung dari laman resmi BPJS Kesehatan untuk nantinya di publik dan dijual di salah satu forum online. Apabila tidak segera dilakukan tindakan lebih lanjut, tentu saja data pribadi tersebut bisa di salah gunakan sehingga membahayakan orang lain.

Dugaan Kasus Kebocoran Data Pribadi di Laman BPJS Kesehatan

Sebagian besar dari Anda terutama yang tergabung dalam keanggotaan BPJS Kesehatan mungkin penasaran bagaimana bisa laman resmi pemerintah bisa dibobol oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Jadi, menurut pemerintah keamanan siber yang juga sekaligus staff engagement and learning specialist di Engage Media yakni Yerri Niko Borang pembobolan data di lama BPJS Kesehatan tersebut menggunakan website sebagai pintu untuk menerobos data base. Nantinya pembobol akan mengambil database yang tersimpan di dalam server.

Nah, untuk faktor utama penyebab kebocoran data pribadi tersebut bisa berbagai macam. Bisa disebabkan karena masalah dana, peralatan, atau kualitas dari sumber daya manusia itu sendiri. Salah satu solusi yang diberikan oleh Yerry yaitu meningkatkan pendidikan teknisi website agar nantinya tidak mengalami kejadian yang sama di kemudian hari. Lalu, sebenarnya apa bahaya atau dampak kebocoran data pribadi?

Dampak Kebocoran Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Kebocoran data pribadi memang tidak boleh dianggap remeh karena membahayakan bagi pihak yang memiliki data tersebut. Ancaman terjadinya scam dan phising mungkin saja terjadi karena data pengguna yang mengalami kebocoran berupa akun email dan juga nomor telepon. Jika tidak segera ditindak lanjuti data tersebut bisa berpotensi atau dimanfaatkan untuk mengirim pesan penipuan.

Namun tahukah Anda, selain ancaman scam dan phising masih ada dampak kebocoran data pribadi lainnya yang perlu Anda ketahui. Diantaranya yaitu:

Dipakai Akun Pinjaman Online

Bahaya atau dampak kebocoran data pribadi yang sekarang ini sedang marak terjadi yaitu dijadikan sebagai akun pinjaman online diam-diam. Dalam hal ini, setelah penjahat mendapatkan data Anda, ia bisa mengajukan pinjaman di aplikasi pinjaman online yang mana hanya bermodalkan data-data saja. Biasanya hal pertama yang dilakukan peretas yaitu mengumpulkan data KTP dari data yang di bobol tersebut. Setelah mendapatkan data yang berkaitan identitas diri, ia bisa mengajukan pinjaman untuk menarik sejumlah uang dari aplikasi pinjaman online.

Mengapa mereka memilih mengajukan pinjaman online?

Seperti yang diketahui, aplikasi pinjaman online memiliki stem pemeriksaan yang kurang baik sehingga mereka dengan mudah mendapatkan uang pinjaman hanya melalui stor data pribadi saja. Dalam hal ini korban yang paling dirugikan karena data pribadinya berpotensi untuk disebar ke sejumlah orang dan juga web dengan status orang yang bersangkutan terlibat hutang.

Baca Juga : Tips SEO Terbaik untuk Naikkan Peringkat Website di Google Search

Membobol Layanan Lain

Selain digunakan untuk mengajukan pinjaman di aplikasi peminjaman online, data pribadi tersebut juga bisa dipakai untuk membobol layanan lain. Perlu diketahui, data nomor telepon dan identitas diri bisa digunakan untuk membobol akun media sosial.

Misalnya yaitu pembobolan layanan pembayaran digital seperti OVO atau Gopay yang bisa dilakukan hanya dengan memasukkan nomor atau data pribadi lainnya. Cara melakukan pembobol dengan menggunakan nomor telepon terbilang cukup mudah yaitu pelaku hanya tinggal melakukan login dengan menggunakan nomor.

Setelah itu, akan diminta kode one time password atau biasa disebut dengan kode OTP. Selanjutnya, pelaku bisa menelepon korban dengan mengaku sebagai pihak OVO atau Gopay untuk meminta kode OTP yang sudah dikirimkan. Cara ini terbilang cukup berhasil karena banyak dari korban yang tidak sadar kalau sedang ditipu. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati apabila ditelepon dengan nomor baru dan meminta kode OTP yang dikirimkan ke nomor Anda.

Telemarketing

Dampak kebocoran data pribadi selanjutnya yang ternyata jarang diketahui yaitu nomor telepon bisa diperjualbelikan untuk kebutuhan telemarketing. Sekarang ini mungkin sudah menjadi hal umum jika seseorang mendapatkan panggilan telepon dan ditawari sebuah jasa atau produk. Anehnya, pihak penelepon sudah mengetahui nama lengkap si korban meskipun tidak pernah berafiliasi.

Selain telepon, biasanya sms spam yang berbau penipuan mulai penawaran hadiah yang menggiurkan hingga gratis layanan tertentu. Nah, apabila Anda mendapati hal-hal tersebut pastikan untuk lebih berhati-hati karena bisa jadi nomor telepon Anda sudah tersebar dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk Membongkar Kata Kunci

Berikutnya dampak kebocoran data pribadi yang seringkali terjadi yaitu membongkar kata kunci. Perlu diketahui, data tanggal lahir dan juga email yang bocor dapat menjadi modal para peretas untuk mengambil alih akun Anda. Mengapa demikian?

Seperti yang diketahui, biasanya tanggal lahir seringkali dijadikan sebagai kata sandi. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menggunakan tanggal lahir sebagai kata sandi untuk email atau akun lainnya agar tidak mudah diretas.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengaktifkan layanan sistem pengaman Two Factor Authentication (TFA). Nantinya sistem tersebut akan menggunakan One Time Password (OTP) yang dikirim melalui SMS atau USSD. Perlu diketahui sistem TFA ini melibatkan pihak ketiga yaitu pihak operator untuk mengirimkan OTP yang digunakan saat melakukan transaksi. 

Baca Juga: Jenis Implementasi Sistem Informasi Manajemen di Dalam Perusahaan

Data Pribadi Bocor? Lakukan Hal ini

Kasus kebocoran data di era digitalisasi seperti sekarang memang bukanlah hal baru. Pasalnya, sebelum terkuak dugaan kebocoran data di laman BPJS Kesehatan, sempat juga terjadi kebocoran data yang dialami oleh beberapa kampus seperti Universitas Diponegoro, UIN Sunan Gunung Dhati Bandung dan lain sebagainya. Apabila mengalami kebocoran data pribadi tersebut, maka ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Diantaranya yaitu:

  1. Ganti Password. Saat mengalami kebocoran data pribadi maka segera mungkin mengubah password pada akun Anda. Bukan hanya akun terkait saja tetapi juga seluruh akun media sosial yang Anda miliki.
  2. Aktifkan Verifikasi 2 Langkah. Two Step Verification atau verifikasi dua langkah akan sangat membantu Anda karena memungkinkan Anda memberi izin akses untuk masuk ke akun. Biasanya para pengguna akan mendapatkan notifikasi berupa pin.
  3. Password Manager. Gunakan aplikasi password manager agar bisa membantu Anda mengatur kata sandi untuk beberapa akun. Dengan begitu Anda tidak perlu khawatir lupa password ataupun sampai tertukar.

Itulah sedikit ulasan singkat tentang dampak kebocoran data pribadi yang perlu diketahui. Karena semakin maraknya kasus kebocoran data tersebut Anda harus lebih berhati-hati. Lakukan beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, saat akun atau data pribadi Anda mengalami kebocoran. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.