Breaking News

Intelligent-Enterprise

Memahami Pentingnya Intelligent Enterprise dalam Membangun Bisnis

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam bisnis. Tidak hanya digunakan untuk mempermudah proses produksi melalui berbagai jenis mesin. Teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan user experience dan mempertahankan konsumen. Terlebih lagi dengan makin beragamnya karakter konsumen saat ini, dibutuhkan teknologi yang bisa mengumpulkan data, menganalisa, dan juga mengubahnya dalam bentuk strategi yang bisa dipakai untuk meningkatkan level bisnis. 

Dan hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh berbagai perusahaan besar dunia, salah satunya Troy, sebuah perusahaan asal Eropa. Troy menemukan fakta bahwa lebih dari 50 persen nasabah terlambat melunasi tagihan karena lupa, sehingga mereka merasa menagih secara keras bukanlah solusi yang tepat. Beliau pun memanfaatkan teknologi yang bernama intelligent enterprise, untuk menciptakan sebuah sistem yang bisa ‘menagih’ utang kepada para nasabah dengan cara yang lebih menyenangkan.

Apa Itu Intelligent Enterprise?

Istilah intelligent enterprise sebenarnya sudah ada sejak tahun 1992, dipopulerkan oleh James Brian Quinn dalam bukunya yang berjudul ‘Intelligent Enterprise’. Istilah ini sendiri mengacu pada sebuah sistem atau manajemen yang melakukan pendekatan melalui pemanfaatan teknologi, untuk menghasilkan pelayanan yang optimal kepada para pelanggan.

Melalui bukunya, Quinn menyebutkan bahwa Honda merupakan salah satu perusahaan yang sudah menerapkan intelligent enterprise sejak lama, meski bukan dalam hubungan produsen dan konsumen. Dalam hal ini, Honda menekan biaya produksi dan pembuatan pabrik dengan cara mengalihkan kegiatan produksi kepada pihak ketiga. 

Untuk menerapkan intelligent enterprise, tentunya dibutuhkan tool yang mempermudah penggunanya. Saat ini sudah ada System Application and Products in data processing atau dikenal dengan nama SAP. Tool ini diklaim bisa membantu meningkatkan efisiensi operasional karena perusahaan tidak perlu lagi melakukan analisa manual terhadap hasil survey atau penelitian terhadap konsumen. SAP-lah yang akan mengolah data yang masuk dan kemudian menyajikan hasilnya dalam bentuk jadi.

Yang menarik, SAP bisa melakukan analisa untuk berbagai jenis survey berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Bahkan sebuah perusahaan bisa mempersonalisasi survey dan menggunakan alur yang kompleks, dengan tetap mengandalkan SAP. Hal ini dimungkinkan karena di dalam SAP terdapat kecerdasan buatan yang bernama iQ dan memiliki fungsi utama untuk membantu analisa data. Kecerdasan buatan ini mampu mengolah berbagai jenis data dan bahkan bisa melakukan prediksi tindakan dari para pengguna, berdasarkan data yang sudah ada sebelumnya.

Kemampuan SAP sudah terbukti salah satunya melalui pencapaian dari Volkswagen Australia, yang di tahun 2016 lalu sempat mengalami penurunan pembelian. Perusahaan tersebut kemudian melakukan sebuah survey dengan memanfaatkan SAP, yang bisa diikuti oleh seluruh konsumen melalui berbagai platform berbeda seperti email hingga panggilan interaktif. Hasilnya, hanya dalam waktu 3 bulan saja, hasil survey sudah keluar dan menunjukkan data mengenai penyebab utama penurunan penjualan pada Volkswagen Australia.

Dari data ini, dilakukan perbaikan manajemen dan pelayanan. Hasilnya, kepuasan pelanggan kemudian naik hingga 90 persen dan tingkat pergantian karyawan jauh berkurang menjadi 80 persen. Tidak hanya itu saja, revenue dari Volkswagen Austalia bahkan bisa naik hingga 2 kali lipat. Hal ini menunjukkan bahwa SAP benar-benar biasa diandalkan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan melalui berbagai jenis survey sesuai kebutuhan perusahaan.

SAP juga Bisa Melakukan Analisa secara Real Time

Ada juga yang disebut dengan SAP Analytic Cloud, di mana analisa data dan hasilnya bisa dilakukan secara real time. Hampir sama seperti SAP biasa, SAP Analytic Cloud memiliki tugas utama untuk mengolah data mentah menjadi hasil yang siap dibaca dan diimplementasikan oleh perusahaan. Hanya saha, SAP Analytic Cloud memberikan hasilnya secara lebih cepat dan terus menyesuaikan dengan data baru yang masuk.

Efektivitas dari SAP Analytic Cloud sudah dibuktikan oleh Bayern Munchen. Klub sepak bola paling besar di Jerman ini ingin meningkatkan angka pendapatan yang diperoleh dari penjualan tiket dan produk merchandise. Mereka pun menggunakan SAP Analytic Cloud untuk mengumpulkan data mengenai konsumen yang rutin melakukan pembelian tiket dan merchandise, termasuk juga usia, jenis produk yang dibeli, serta kapan waktu pembelian.

Data yang sudah ada kemudian diolah dengan SAP Analytic Cloud. Dari hasilnya, Bayern Munchen bisa menciptakan berbagai jenis campaign berbeda yang memang dipersonalisasi sesuai minat konsumen. Selain lebih tepat sasaran, campaign yang dipersonalisasikan semacam ini secara tidak langsung juga bisa meningkatkan bonding antara brand dengan konsumen. Hasilnya tentu bisa ditebak, Bayern Munchen berhasil meningkatkan penjualan merchandise dengan cukup signifikan.

Uniknya, hasil data dari SAP Analytic Cloud tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menentukan campaign yang tepat, namun juga memprediksi keinginan konsumen. Sebagai contoh, jika seorang konsumen ingin membeli produk yang kebetulan kosong, maka perusahaan bisa menawarkan jenis produk lain yang dianggap sesuai dengan minat konsumen tersebut.

Secara umum, hasil data dari SAP Analytic Cloud bisa memberikan kemudahan kepada konsumen dalam menikmati layanan dari suatu perusahaan, yang secara tidak langsung juga meningkatkan kepuasaan mereka. Sedangkan bagi perusahaan, hasil data tersebut membantu untuk mengetahui permasalahan yang terjadi sehingga bisa menemukan solusi yang aplikatif dan lebih tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.