Breaking News

MetaverseVR

Meta Dikabarkan Berencana Membuka Toko Ritel untuk Menjual VR, AR, dan Alat Koneksi Digital Lainnya

Toko fisik Meta akan dibuka oleh perusahaan yang dulunya bernama Facebook Inc ini, yang mana nanti akan menjual berbagai produk perusahaan dengan teknologi terbarunya.

Tujuannya adalah karena Meta ingin pelanggan merasakan kedekatan setelah rebranding tersebut. Perusahaan juga lebih terfokus pada metaverse yang digadang-gadang akan menjadi suatu teknologi di masa depan.

Meski sudah menggantikan nama perusahaan menjadi Meta, namun produk di bawah naungan perusahaan tersebut tidak berubah. Misalnya seperti WhatsApp, aplikasi Facebook, Instagram, dan juga Messenger.

Toko fisik Meta merupakan suatu langkah untuk bergerak maju dan menjadi manifestasi fisik pertama dengan lebih dari 3,5 miliar pengguna digital seluruh dunia.

Toko Fisik Meta Berencana Dibuka untuk Menjual Produk Digital Perusahaan

Meta semakin mengepakkan sayapnya dengan menjual berbagai produk fisiknya secara bertahap. Bahkan perusahaan juga berencana untuk membuka toko fisik Meta sebagai sarana memamerkan desain perangkat keras dengan lebih baik.

Kabarnya dari The New York Times, Meta akan menjual headset VR, kacamata AR, perangkat portal, dan koneksi digital lainnya di toko fisiknya. Selain itu secara lebih luas, produk tersebut bertujuan untuk memandu pengguna menuju tujuan dari dunia digital metaverse.

Yang mana menurut Meta, dunia tersebut nantinya tidak terbatas dan imersif. Oleh sebab itu Meta perlu memasukkan alat tersebut ke lebih banyak rumah untuk membangun direct pasokan ke para pelanggan.

Hal ini juga menjadi suatu peluang yang sekaligus akan memamerkan hasil penjualan dengan lebih banyak. Headset VR Meta merupakan salah satu fokus yang tampak dan paling jelas dalam hal ini.

Sehingga visi metaverse perusahaan bisa aktif dan diselaraskan pada seputar dunia VR secara interaktif. Apabila Meta bisa membangun platform pusat untuk memfasilitasi koneksi tersebut, maka akan menjadi lebih baik.

Meta kemungkinan besar memiliki kunci peran untuk membangun platform yang bisa mengkonektivitaskan secara universal hal tersebut. Kemungkinan di akhir nanti membutuhkan pembentukan konsorsium secara independen atau perjanjian industri.

Perlu masyarakat pahami bahwa posisi Meta saat ini berada pada tempat yang menang untuk pekerjaan VR. Karena sebelumnya perusahaan tersebut dikenal sebagai Oculus dan sudah memimpin dengan baik.

Perusahaan Meta juga sudah melihat permintaan pasar yang kuat terkait dengan unit VR mandirinya. Selain itu mereka juga sudah berencana untuk melakukan sesuatu ke versi perangkat yang lebih canggih.

Bukan Hanya Headset VR/AR, Meta Juga Garap Smartwatch

Semenjak Facebook Inc resmi berganti nama menjadi Meta, berbagai perubahan membawa suatu fokus baru. Yang mana perusahaan teknologi tersebut beralih ke metaverse dan fokus untuk masa depan.

Visi mereka adalah untuk menghubungkan orang satu sama lain secara virtual dengan lebih mudah dan tampak nyata. Namun ternyata bukan hanya produk berteknologi VR dan AR saja yang digarap Meta.

Tampaknya Meta juga berfokus untuk menggarap produk smartwatch atau jam tangan pintar. Saat ini Meta menggarap jam tangan pintar tersebut bersama dengan Ray-Ban Stories.

Dugaan sementara, smartwatch tersebut nanti akan memiliki koneksi antara fungsi kacamata dan jam tangan. Kemungkinan kedua fungsinya akan saling melengkapi. Seperti melakukan panggilan video lewat smartwatch atau alat kontrol untuk perangkat VR Meta.

Beberapa isu lainnya juga mengatakan nantinya smartwatch itu akan berguna sebagai alat monitoring kesehatan dan aplikasi pra pesan. Kabarnya jam tangan itu akan rilis pertama pada tahun 2022 mendatang.

Akan tetapi jam tersebut tidak memiliki kamera depan. Namun sejatinya akan terkoneksi dengan konektivitas LTE. Sehingga bisa memfungsikannya tanpa menggunakan ponsel. Smartwatch tersebut diperkirakan akan rilis dengan harga sekitar US$ 400 atau jika di rupiahkan adalah 5,7 juta rupiah.

Baca Juga: Apa Itu Metaverse dan Implementasi Jangka Panjang

Selain itu ada hal menarik jika memperhatikan katalog data visual yang Meta buat. Baru-baru ini Meta mengumumkan terkait penutupan program pengenalan wajah. Hal tersebut berkaitan dengan permasalahan privasi yang sedang terjadi.

Namun dalam waktu yang sama Meta ingin membuat pemindaian tubuh untuk mengambil lebih banyak data visual. Bahkan Meta diperkirakan tidak merugi banyak terkait penghapusan database Face ID yang lama untuk jangka panjang.

Dimana Meta Akan Membuka Toko Fisik Pertamanya?

Menurut laporan dari New York Times, terkait dengan toko fisik Meta ternyata sudah dimulai sejak perusahaan belum berganti nama, yakni masih menggunakan nama Facebook Inc.

Diskusi toko fisik Meta sudah dimulai sejak tahun lalu namun memang rencana tersebut belum sampai pada tahapan final. Saat itu proyek ini kemungkinan bisa menjadi batal, sehingga belum tergambarkan secara jelas di media.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa toko fisik Meta akan merancang sesuatu sebagai sebuah pengalaman penggunaan perangkat mereka. Yang mana produk tersebut dikembangkan oleh divisi Reality Labs daripada toko ritel umum lainnya.

Meta juga membayangkan bahwa toko fisiknya nanti akan memiliki desain dan nuansa modern, minimalis, serta penempatan branding yang tidak mencolok. Hal tersebut dikutip dari dokumen New York Times.

Ada beberapa pertimbangan nama dari toko tersebut, termasuk seperti Facebook Hub, Facebook Commons, Facebook Reality Store, Facebook Innovations, dan juga From Facebook.

Namun pada akhirnya pihak meta memilih nama menjadi Facebook Store. Akan tetapi nama ini bisa saja berganti seiring dengan nama perusahaan yang sudah berubah menjadi Meta.

Nantinya jika bisa terwujud, maka toko fisik Meta akan dibuka pertama kali di Burlingame, California yang merupakan wilayah kantor divisi Reality Labs. Dan bukan tidak mungkin jika nantinya Meta hendak membuka toko fisiknya lebih banyak di seluruh dunia.

Kendati demikian pihak Meta belum mengkonfirmasi lebih lanjut terkait dengan rencana toko fisiknya. Sehingga masyarakat hanya tinggal menunggu saja untuk informasi secara lebih lanjut.

Alih-Alih Buka Toko, Meta Digugat Aplikasi Foto Gara-Gara Fitur Boomerang Instagram

Kasus lainnya tentang perusahaan yang baru saja rebranding ini telah digugat oleh aplikasi foto bernama Phhhoto. Gugatan tersebut atas dasar antimonopoli. Kasusnya Facebook Inc berpura-pura tertarik bekerjasama dengan Phhhoto.

Namun justru pihak Facebook Inc malah menyalin fitur-fitur Phhhoto dan menyembunyikan namanya dari hasil pencarian. Sehingga membuat perusahaan Phhhoto menjadi bangkrut.

Nah, teknologi dari aplikasi Phhhoto memungkinkan pengguna untuk capture lima bingkai dalam 1 titik saat 1x pemotretan, selanjutnya hasil foto tersebut akan tersusun dalam video pendek. Kemudian dibagikan ke platformnya ataupun Instagram.

Menurut Phhhoto, produk Meta yaitu Instagram telah menyalin fitur utama miliknya dan merilis sebagai Boomerang, saat itu Instagram telah memblokir Phhhoto dari API Instagram dan dari unggahan Instagram.

Kejadian itu sudah dianggap menghancurkan Phhhoto sebagai suatu bisnis yang layak dan merusak prospek investasi mereka. Pihak Phhhoto mengklaim bangkrutnya perusahaan adalah karena perilaku anti kompetitif dari Facebook.

Padahal menurut Phhhoto, perusahaan akan tumbuh menjadi suatu media sosial yang besar. Pihaknya juga menganggap bahwa aplikasi tersebut pernah digunakan oleh selebritis ternama seperti Beyonce, Bella Hadid, Joe Jonas, dan Chrissy Teigen.

Pihaknya mengaku selebritas tersebut pernah menggunakan aplikasi Phhhoto dan mengunggahnya ke akun Instagram masing-masing.

Nah, demikian beberapa informasi terbaru dari perusahaan Meta. Mengenai kabar toko fisik Meta mungkin masih perlu untuk menunggu update terbaru lagi dari perusahaan.

Anda juga bisa mendapatkan berbagai informasi tambahan seputar teknologi melalui situs resmi Diginews.id. Dapatkan informasi secara gratis hanya dari ponsel saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.