Breaking News

Facebook Podcast

Digital People, Facebook Telah Luncurkan Podcast!

Pandemi Covid-19 telah mendorong beragam platform digital untuk memperbanyak fitur komunikasi secara online melaui Youtube, Instragram, facebook dan social media lainnya. Saat ini banyak perusahaan, public figure, dan influencer yang kerap mengadakan talkshow atau Podcast secara digital. Langkah tersebut sangat tepat mengingat saat ini orang sulit berkumpul terkait dengan adanya pembatasan aktivitas fisik.

Facebook tidak ingin ketinggalan kereta. Mereka menghadirkan layanan Facebook Live Audio Rooms dan Podcast yang telah resmi mengudara pada 22 Juni 2021. Adapun rencana ini sudah diumumkan oleh Facebook sejak April lalu. Facebook telah melakukan sosialisasi mengenai Facebook Podcast melalui email kepada beberapa anggotanya.

Peluncuran fitur berbasis audio visual ini diyakini dilakukan untuk menyaingi Clubhouse, aplikasi sejenis podcast yang membuat penggunanya bisa mengadakan online conference dan mengundang tamu-tamu terpilih.

Facebook Podcast

Pada puncak kejayaannya, Clubhouse diunduh oleh hampir 10 juta pengguna pada Februari 2021. Sayangnya, jumlah pengguna Clubhouse cepat menurun dari waktu ke waktu. Hal ini diindikasikan terjadi karena Clubhouse memiliki kesan eksklusif, mengingat aplikasi ini cuma bisa dinikmati oleh pengguna iPhone. Eksklusivitas kedua adalah Anda hanya bisa mengunduh Clubhouse jika menerima invite dari pengguna lama.

Untuk saat ini, Facebook Podcast dan Live Audio Rooms baru bisa dilakukan oleh beberapa akun public figure yang sudah ter-verified dan Facebook Group di Amerika Serikat (AS). Sementara itu, semua akun Facebook di AS baru bisa menjadi pendengar.

Perlu digarisbawahi bahwa Facebook Podcast ini berbeda dengan podcast dari Spotify yang bisa di-share di Facebook. Namun, tampilan Facebook Podcast memang sedikit sama dengan miniplayer dari Spotify.

Facebook mencatat ada lebih dari 170 juta pengguna yang terkoneksi dengan beragam Facebook Page seputar podcast. Selain itu, ada 35 juta pengguna yang mengikuti podcast fan groups, tetapi mereka harus pergi ke platform lain saat ingin mendengarkan sebuah podcast. Facebook tentu tidak ingin kehilangan market ini.

Banyak podcasters yang telah memanfaatkan Facebook sebagai tempat promosi tayangan podcast miliknya dari platform lain. Tidak heran, dengan jumlah pengguna mencapai 2,85 miliar akun di seluruh dunia, Facebook masih menjadi kanal publikasi terbaik saat ini. Layanan in-app podcast membuat podcasters tidak lagi butuh platform pihak ketiga untuk menghasilkan karya.

Facebook menjanjikan fitur yang berbeda dibandingkan platform podcast lain. Pengguna dapat mendengarkan podcast saat scrolling Facebook, baik dalam format miniplayer atau full screen. Bahkan, Anda masih dapat menikmati suara podcast meski layar ponsel dalam keadaan mati. Kemampuan Facebook dalam memperdengarkan audio tanpa harus menampilkan layar, seperti Spotify, terhitung cukup fantastis.

Podcast akan terus dikembangkan

Facebook menjalin kerja sama dengan beberapa kreator podcast terkenal, seperti Joe Budden, Keltie Knight, Jac Vanek, Becca Tobin, dan Nicaila Okome. Sedangkan pada musim panas ini, Facebook berencana untuk berkolaborasi dengan podcasters lain demi memperluas jangkauan audiens.

Host akan memiliki akses untuk menautkan umpan RSS acara mereka ke Facebook. Tautan ini secara otomatis akan menjadi unggahan di News Feed. Tujuan aktivitas ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan audiens terhadap sebuah podcast.

Fitur Facebook Podcast tidak berhenti disini. Facebook menjanjikan perkembangan yang lebih mutakhir pada bulan-bulan mendatang. Nantinya, pengunjung bisa membuat versi short clip dari sebuah podcast dan membagikannya di feed mereka. Layanan ini dipercaya mampu memberi pengalaman interaksi sosial yang baru.

Facebook Live Audio Rooms

Layanan lain yang diluncurkan oleh Facebook adalah Live Audio Rooms. Sama seperti pada podcast, di layanan ini Facebook berkolaborasi dengan beberapa public figure dan influencer di AS. Beberapa nama terkenal itu seperti Russell Wilson (atlet football), Rosa Clemente (produser, jurnalis), Amanda Nguyen (entrepreneur), Omareloff (entertainer), dan Dr. Jess (sexologist).

Facebook menyatakan bahwa fitur Live Audio Rooms mereka akan memberikan pengalaman berinteraksi yang lebih baik daripada Clubhouse. Apa saja yang akan ditawarkan?

Baca Juga: Bagaimana Penerapan Sistem Informasi Manajemen yang Tepat?

Tampilan rapi

Tampilan Facebook Live Audio Rooms lebih enak dilihat, dimana profile picture host (bisa lebih dari satu host) berada di kolom teratas. Sementara profile picture pendengar berukuran lebih kecil dan terletak di setengah layar ke bawah. Apabila ada host yang sedang berbicara, maka sekeliling profile picture-nya akan menyala.

Di paling bawah ada beberapa logo seperti tangan terangkat (untuk request berbicara) dan tombol share. Tidak ketinggalan ada logo Facebook yang ikonik, yakni logo jempol (like this!).

Bisa mengakomodasi hingga 50 speaker setiap sesi

Host bisa meng-invite orang lain untuk ikut menjadi pembicara. Dalam satu sesi Live Audio Rooms, Facebook mengakomodasi hingga 50 speaker dan jumlah pendengar tak terbatas.

Engagement pendengar lebih tinggi

Selain tombol share, raised hand, dan thumbs up, Facebook Live Audio Rooms memperkenalkan fitur Stars. Facebook Stars adalah fitur dimana Anda bisa memonetisasi podcast. Untuk satu Stars yang diterima, Facebook akan membayar Anda sebesar $0.01 USD.

Sementara itu, pendengar yang memberikan Stars akan mendapat keistimewaan dengan menempati Front Row. Jika masuk dalam kategori Front Row, maka profile picture Anda akan diletakkan di tengah layar, lebih tepatnya di atas pendengar biasa. Maka dari itu, host akan lebih mudah dalam mengidentifikasi penonton setianya.

Donasi online

Seperti namanya, Live Audio Rooms disiarkan secara live. Jika diperlukan, sesi live ini bisa direkam dan dikemas dalam bentuk podcast. Facebook menyediakan jalan lain bagi host untuk memonetisasi Live Audio Rooms, yakni melalui donasi online.

Host dapat menggandeng lembaga non-profit untuk mendukung podcast dengan menyediakan kanal donasi online. Sepanjang acara, pengunjung dapat melihat progres pendapatan donasi yang sudah terkumpul.

Facebook group

Sementara untuk podcast yang berjalan di grup facebook, admin dapat mengontrol siapa member grup yang dapat mengadakan Live Audio Room. Anda dapat mengikuti sesi yang diselenggarakan oleh grup facebook yang bertipe open. Namun, pada private group, Live Audio Rooms dapat dinikmati oleh anggota grup saja.

Apalagi yang Akan Hadir di Facebook?

Facebook Podcast dan Live Audio Rooms hanya akan menjadi awal dari gebrakan besar. Selanjutnya, Facebook berencana untuk meluncurkan Soundbites dimana pengguna bisa membuat rekaman audio pendek. Soundbites seperti TikTok, tetapi dalam format audio.

Dalam beberapa bulan ke depan, Facebook masih baru akan melakukan tahap percobaan terhadap Soundbites. Beberapa kreator handal di sosial media akan ikut terlibat untuk menajamkan fitur di Soundbites sebelum dilepas ke khalayak luas.

Fidji Simo, pemimpin Facebook App, menyatakan Facebook ingin penggunanya bisa memiliki “a sound studio in their pocket”. Sound studio menandakan Anda bisa menambahkan efek, filter, fitur noise reduction, dan musik dalam rekaman audio.

Setelah kejayaan platform berbasis video, kini Facebook berusaha menyegarkan hegemoni media sosial dengan beragam layanan berbasis audio. Ada beberapa kondisi yang membuat pengguna lebih nyaman menikmati hiburan via audio, misalnya saat menyetir. Patut ditunggu apakah langkah ini akan berhasil mengubah preferensi pengguna.

Jika anda tertarik untuk mengimplementasikan fitur-fitur Facebook ke dalam website anda, silakan email ke business@maxsol.id atau kunjungi website Maxsol untuk melihat portfolio perusahaan kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.